Astronnews.com, AMERIKA SERIKAT – Kemenangan Abdul El-Sayed dalam Pemilihan Senat Amerika Serikat (AS) dari negara bagian Michigan menjadi catatan bersejarah bagi komunitas Muslim di Negeri Paman Sam. Namun, di balik keberhasilan politisi Partai Demokrat tersebut, sosok sang istri, Dr. Sarah Jukaku, turut mencuri perhatian publik internasional.
Sarah Jukaku menjadi sorotan setelah suaminya mencatat sejarah sebagai Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Senat Amerika Serikat. Perempuan berhijab yang berprofesi sebagai dokter spesialis kejiwaan (psikiater) itu dikenal memiliki latar belakang pendidikan bergengsi, mulai dari University of Michigan, University of Oxford hingga Columbia University.
Abdul El-Sayed, mantan Direktur Kesehatan Detroit dan Wayne County, berhasil mengalahkan rivalnya dari Partai Republik, Mike Rogers, dalam kontestasi politik di Michigan.
Kemenangan tersebut mendapat perhatian luas, khususnya dari komunitas Muslim di Dearborn dan kawasan Metro Detroit.
“Demokrat Abdul El-Sayed telah memenangkan kursi Senat AS di Michigan, mengalahkan politisi Republik Mike Rogers dan mengukir sejarah sebagai Muslim pertama yang pernah terpilih menjadi anggota Senat Amerika Serikat,” tulis akun Instagram @dearborn.
Di tengah perhatian terhadap kemenangan tersebut, Sarah Jukaku juga menjadi perbincangan media internasional, termasuk South China Morning Post.
Menghadapi Serangan Islamofobia
Perjalanan politik Abdul El-Sayed menuju Senat AS tidak berlangsung mulus. Selama kampanye Pemilu Sela 2026, dirinya menghadapi berbagai serangan retorika yang dinilai bernada Islamofobia.
Presiden AS Donald Trump bahkan beberapa kali melontarkan pernyataan kontroversial mengenai latar belakang agama El-Sayed.
Dalam sebuah rapat umum di Port Huron, Michigan, Trump menyebut El-Sayed dengan istilah “jihadis” dan mengaitkannya dengan Ikhwanul Muslimin. Pada kesempatan lain di Lubbock, Texas, Trump juga mengolok-olok namanya dengan sebutan “Abdul Ramadan”.
Kontroversi semakin mencuat pada Agustus lalu ketika Trump mengunggah foto dirinya bersama Melania Trump yang disandingkan dengan foto Abdul El-Sayed dan Sarah Jukaku melalui platform Truth Social.
Unggahan tersebut disertai tulisan “Two VERY DIFFERENT America’s” atau dua Amerika yang sangat berbeda.
Menanggapi serangan tersebut, El-Sayed memilih mengarahkan perhatiannya pada persoalan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Visi yang ditawarkan Trump adalah kondisi yang Anda jalani saat ini. Apakah Anda mampu membeli bahan bakar? Apakah Anda sanggup membeli bahan pokok sehari-hari?” ujar El-Sayed dalam wawancaranya dengan CNN.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya dan Sarah merupakan pasangan yang ingin membangun kehidupan keluarga dengan penuh cinta, kedamaian, serta kesempatan yang sama bagi setiap orang.
“Kami berdua hanyalah dua insan yang saling mencintai secara tulus. Kami ingin bersatu untuk membangun jenis Amerika tempat kami dapat membesarkan keluarga dengan tenang, serta memastikan bahwa keluarga kami bisa mendapatkan kehidupan yang baik,” ungkapnya.
Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan Sarah Jukaku
Dihimpun dari The American Bazaar, Sarah Jukaku lahir dan dibesarkan di Michigan dari keluarga imigran asal India.
Ayahnya, Tayeb Jukaku, merupakan dokter spesialis ginjal (nefrolog) asal Bhatkal, Karnataka. Ia juga dikenal aktif dalam kegiatan organisasi masyarakat Muslim, termasuk sebagai pengurus dewan Council on American-Islamic Relations (CAIR) Michigan dan anggota komite pendiri Islamic Society of North America.
Sementara itu, kakeknya, J.H. Shamsuddin Jukaku, merupakan pengacara terkemuka pada masanya.
Dari sisi pendidikan, Sarah memiliki rekam jejak akademis yang mengesankan. Ia meraih gelar sarjana ganda di bidang Sosiologi dan Studi Timur Tengah dari University of Michigan.
Pendidikannya kemudian berlanjut ke University of Oxford, Inggris, untuk menempuh jenjang magister. Setelah itu, Sarah menyelesaikan pendidikan kedokterannya di Vagelos College of Physicians and Surgeons, Columbia University.
Sebelum mendirikan praktik mandiri bernama Mind Work Psychiatry di Ann Arbor, Sarah pernah menjabat sebagai psikiater senior di University of Michigan Health.
Karier profesional tersebut menjadikannya bukan sekadar pendamping seorang politisi, tetapi juga perempuan Muslimah dengan kiprah tersendiri di bidang kesehatan mental.
Kisah Cinta Berawal dari Kampus
Kisah cinta Abdul El-Sayed dan Sarah Jukaku bermula ketika keduanya masih menjadi mahasiswa di University of Michigan.
Mereka sama-sama aktif dalam organisasi Muslim Students’ Association (MSA) atau Perhimpunan Mahasiswa Muslim di kampus tersebut.
Hubungan keduanya semakin serius ketika El-Sayed melamar Sarah saat sang calon istri masih berada di tahun pertama perkuliahan.
Pasangan ini kemudian resmi menikah pada Mei 2006, ketika Sarah berusia 19 tahun.
Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua orang putri, Emmalee dan Serene.
Setelah perjalanan panjang kehidupan rumah tangga dan karier politik, kini pasangan tersebut memasuki babak baru ketika Abdul El-Sayed melangkah ke panggung politik nasional Amerika Serikat.
Kehadiran Sarah Jukaku di samping suaminya turut menghadirkan gambaran perempuan Muslimah modern yang berpendidikan tinggi, profesional, serta mampu berkontribusi di tengah masyarakat.
Kisah pasangan ini sekaligus menjadi perhatian dunia tentang keberagaman, representasi Muslim, dan kiprah perempuan dalam kehidupan publik Amerika Serikat.(*)
Sumber : detikcom







Leave a Reply