Astronnews.com, JAKARTA – Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa negaranya siap menghadapi kemungkinan perang dengan negara-negara Eropa. Meski demikian, Moskow mengaku tidak menginginkan terjadinya konflik militer yang dapat membawa dampak besar bagi kedua belah pihak.

Putin memperingatkan, apabila perang antara Rusia dan Eropa benar-benar pecah, tidak akan ada pihak yang keluar sebagai pemenang.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan hubungan Rusia dengan negara-negara Eropa dan aliansi pertahanan NATO. Sejumlah negara Barat bahkan mulai memperkuat kesiapan militernya untuk mengantisipasi kemungkinan konflik dengan Moskow dalam beberapa tahun mendatang.

Berbicara setelah melakukan komunikasi dengan para pemimpin Finlandia dan Norwegia, Putin menyebut Rusia masih mendukung upaya pemulihan hubungan dengan negara-negara Eropa.

Namun, ia menegaskan bahwa Rusia juga telah mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk skenario terburuk berupa konfrontasi militer.

“Kami siap, tetapi tidak menginginkan perang apa pun dengan Eropa. Namun, jika ada pihak yang ingin mempersiapkan perang, silakan saja,” kata Putin.

Ia mengingatkan negara-negara Eropa agar mempertimbangkan secara matang konsekuensi yang akan muncul apabila ketegangan politik dan keamanan berkembang menjadi peperangan terbuka.

Putin juga mengeklaim bahwa negara-negara Barat telah gagal mencapai tujuan strategis mereka untuk mengalahkan Rusia.

Menurutnya, berbagai upaya Barat untuk melemahkan posisi Moskow tidak berhasil. Karena itu, ia meminta Eropa tidak mengabaikan besarnya risiko yang dapat ditimbulkan apabila memilih jalur konfrontasi militer.

Pernyataan terbaru tersebut bukan kali pertama dilontarkan Putin. Pada Desember 2025, pemimpin Rusia itu juga pernah menegaskan bahwa negaranya tidak memiliki rencana untuk memulai perang dengan Eropa.

“Kami tidak berencana berperang dengan Eropa. Namun, jika Eropa tiba-tiba memutuskan untuk berperang melawan kami dan memulainya, kami siap saat ini juga,” ujar Putin ketika itu.

Sikap Moskow tersebut memperlihatkan dua pesan sekaligus, yakni keinginan untuk menghindari perang dengan Eropa, tetapi tetap mempertahankan kesiapan militer apabila konflik tidak dapat dihindari.

Di tengah situasi geopolitik yang semakin memanas, pernyataan Putin kembali menjadi perhatian internasional, terutama terkait masa depan hubungan Rusia dengan negara-negara Eropa dan NATO.(*)

Sumber : Akurat.co