JAKARTA – Aksi massa Forum Kebangsaan Yogyakarta yang menurunkan foto Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka di Ruang Badan Anggaran (Banggar) Kantor DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kota Yogyakarta, mendapat tanggapan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, menilai aksi tersebut merupakan bentuk ekspresi simbolis masyarakat yang menganggap foto Gibran sudah tidak pantas lagi dipajang di tempat tersebut.
“Jogja kota budaya, pekikan kita turunkan berhala, itu bahasa simbolik Wapres sudah tidak pantas ditaruh di atas,” ujar Jazilul kepada wartawan, Jumat (6/11/2026).
Menurut Jazilul, aksi penurunan foto tersebut merupakan salah satu bentuk ekspresi politik masyarakat yang dikaitkan dengan putusan Mahkamah Agung (MA).
“Itu salah satu bentuk ekspresi de facto dari putusan MA, sudah jelas persyaratannya batal demi hukum,” katanya.
Jazilul juga memperkirakan peristiwa serupa berpotensi terjadi di daerah lain. Ia menyebut aksi di Yogyakarta bisa saja menjadi pemicu munculnya gerakan serupa di sejumlah wilayah.
“Mungkin saja kejadian Jogja akan merembet ke daerah lainnya,” sambungnya.
Kronologi Penurunan Foto Gibran
Sebelumnya, aksi penurunan foto Wapres Gibran Rakabuming Raka terjadi di Ruang Banggar Kantor DPRD DIY pada Rabu (4/11/2026).
Peristiwa tersebut berlangsung sebelum audiensi dimulai. Sejumlah massa mendatangi foto Gibran yang terpajang di sisi kanan mimbar. Aksi itu kemudian diikuti oleh peserta Forum Kebangsaan Yogyakarta lainnya.
Salah seorang peserta aksi meneriakkan seruan, “Bismillahirrahmanirrahim, kita turunkan berhala!” saat menurunkan foto Gibran, sebagaimana dilansir detikJogja.
Aksi tersebut disambut sorak-sorai dan ungkapan syukur dari massa yang hadir. Setelah diturunkan, foto Gibran diletakkan di lantai dan menjadi objek foto bersama para peserta aksi.
Meski demikian, sejumlah peserta mengingatkan agar foto tersebut tidak dirusak.
“Jangan dirusak, jangan dirusak,” seru salah seorang peserta lainnya.
Forum Kebangsaan Yogyakarta sendiri merupakan wadah yang beranggotakan sejumlah aktivis dan tokoh masyarakat. Di antaranya mantan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Syukri Fadholi, yang bertindak sebagai pelindung forum.
Selain itu, Muhammad Chirzin tercatat sebagai Pembina Forum Kebangsaan Yogyakarta.
Aksi penurunan foto tersebut menjadi perhatian publik dan memunculkan beragam tanggapan terkait dinamika politik serta ekspresi masyarakat terhadap kepemimpinan nasional.(*)
Sumber: detikcom







Leave a Reply