Astronnews.com, JAKARTA – Rumah duka mantan Panglima TNI Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto dipadati pelayat yang datang untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum. Sejumlah karangan bunga dari pejabat negara dan pimpinan TNI juga memenuhi kawasan rumah duka di Kompleks TNI AL, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Ahad (25/10/2026).

Pantauan di lokasi sekitar pukul 10.45 WIB, para pelayat terus berdatangan mengenakan pakaian bernuansa hitam. Sejumlah personel TNI turut hadir dengan mengenakan pakaian dinas.

Para pelayat yang tiba langsung menemui keluarga almarhum untuk menyampaikan ungkapan duka cita. Mereka tampak menyalami dan memeluk anggota keluarga sebagai bentuk dukungan serta penghormatan terakhir kepada sosok yang pernah memimpin TNI tersebut.

Jenazah Widodo AS disemayamkan di dalam rumah duka dengan dibalut kain Merah Putih.

Sejumlah tokoh nasional terlihat hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Di antaranya Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, mantan Wakil Presiden Boediono, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Pratikno, serta mantan Menteri Pertahanan Agum Gumelar.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali juga terlihat hadir bersama sejumlah pejabat TNI Angkatan Laut lainnya.

Suasana duka semakin terasa dengan banyaknya karangan bunga yang berjajar di sekitar rumah duka. Karangan bunga tersebut dikirimkan oleh sejumlah pejabat negara dan pimpinan TNI sebagai ungkapan belasungkawa atas kepergian almarhum.

Beberapa di antaranya berasal dari Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta anggota Wantimpres RI Hatta Rajasa.

Kehadiran para tokoh nasional, personel TNI, dan masyarakat menjadi bentuk penghormatan terakhir bagi Widodo AS yang pernah mengemban amanah sebagai Panglima TNI.

Hingga Minggu siang, para pelayat masih berdatangan ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.(*) 

Sumber: https://news.detik.com/berita/d-8723041/suasana-rumah-duka-widodo-as-pelayat-karangan-bunga-berdatangan