Astronnews.com/Washington — Hakim Pengadilan Federal di Massachusetts, F. Dennis Saylor, resmi memblokir kebijakan kontroversial Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memangkas durasi tinggal bagi mahasiswa dan jurnalis asing.
Dalam keputusannya pada Senin (14/9), Hakim Saylor menilai Departemen Keamanan Dalam Negeri AS ( Department of Homeland Security /DHS) menetapkan visa tersebut dengan alasan dasar yang “sangat lemah”.
“Kelemahan dan keterkaitan antara aturan tersebut serta alasan yang diajukan menimbulkan pertanyaan, apakah tujuan sebenarnya bukan untuk menjaga keamanan nasional, melainkan menegaskan kendali pemerintah yang lebih besar atas lembaga akademik dan pers,” tegas Saylor dalam amar kesimpulannya, dikutip dari Anadolu Agency .
Sebelumnya, DHS menerbitkan aturan pada 17 Juli lalu yang membatasi masa berlaku visa pelajar dan ilmuwan menjadi maksimal empat tahun, serta visa jurnalis asing maksimal 240 hari. Kebijakan ini berdampak langsung pada lebih dari 1,6 juta pemegang visa F (mahasiswa sarjana dan pemerintah) serta 500 ribu pemegang visa J (program pertukaran).
Dalam aturan tersebut, skema penyediaan durasi hidup bagi pelajar dan pengajar sama sekali tidak berarti durasi durasi riil dari program pendidikan atau penelitian yang dilakukan. Sementara untuk jurnalis asing, mereka diwajibkan mengajukan perpanjangan visa tanpa hak untuk mengajukan banding jika permohonannya ditolak.
Hakim Saylor menepis klaim DHS yang menyebut aturan ini dibuat untuk menindak penipuan imigrasi. Menurutnya, tidak ada bukti valid yang menunjukkan adanya penipuan massal oleh imigran yang menyamar sebagai pelajar. Bahayanya, visa ini justru berisiko tinggi merugikan sektor pendidikan dan perekonomian AS secara signifikan.
“Kerusakan pada sistem pendidikan tinggi dan perekonomian Amerika Serikat kemungkinannya akan sangat besar. Pemerintah sendiri mengakui bahwa biaya penyediaan saja mencapai lebih dari 250 juta dolar AS pada tahun pertama,” ujar Saylor.
Ia juga menambahkan bahwa kebijakan visa ini dapat merusak daya tarik AS bagi para pelajar terbaik dunia. Hal tersebut dinilai kian memperberat beban perguruan tinggi dan universitas di AS yang saat ini tengah berjuang melawan berkurangnya jumlah mahasiswa akibat perubahan demografi.
(ya/an)






Leave a Reply