Astronnews.com, JAKARTA – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menargetkan penataan besar-besaran terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan menutup setidaknya 750 perusahaan hingga akhir 2026. Langkah tersebut akan dilakukan melalui konsolidasi, merger, divestasi, hingga likuidasi.

Target tersebut disampaikan Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) yang digelar di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Dony mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari upaya menyederhanakan struktur perusahaan di bawah Danantara Indonesia agar pengelolaan bisnis dan operasional BUMN menjadi lebih efektif dan efisien.

“Kami berharap pada akhir tahun ini dapat menutup setidaknya 750 perusahaan (BUMN) di bawah Danantara Indonesia melalui konsolidasi, merger, divestasi, dan likuidasi,” kata Dony.

Ia menjelaskan, dalam waktu dekat sekitar 200 BUMN akan menjalani proses konsolidasi. Penataan tersebut dilakukan dengan menggabungkan perusahaan-perusahaan yang memiliki bidang usaha sejenis agar pengelolaan bisnis lebih terintegrasi.

Salah satu sektor yang akan mengalami perubahan adalah perusahaan kawasan industri. Dari sebelumnya terdapat 23 perusahaan, nantinya akan digabungkan menjadi satu perusahaan.

Penataan serupa juga diterapkan pada sektor manajemen aset. Lima perusahaan yang bergerak di bidang tersebut direncanakan dikonsolidasikan menjadi satu perusahaan.

Sementara itu, di sektor asuransi, jumlah perusahaan akan disederhanakan dari sebelumnya 16 perusahaan menjadi hanya tiga perusahaan.

Menurut Dony, penyederhanaan struktur tersebut diharapkan dapat mengurangi tumpang tindih operasional sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan aset dan bisnis milik negara.

“Kita juga memiliki 1.200 hotel yang sekarang berada di bawah 1 perusahaan. Jadi, semua perusahaan ini kami satukan,” terangnya.

Penataan BUMN melalui konsolidasi dan merger menjadi bagian dari agenda transformasi Danantara dalam mengoptimalkan pengelolaan perusahaan serta meningkatkan daya saing bisnis negara.

Dengan langkah tersebut, Danantara menargetkan struktur perusahaan yang lebih ramping, terintegrasi, dan mampu memberikan kontribusi lebih optimal terhadap perekonomian nasional.

Meski demikian, realisasi target penutupan 750 perusahaan hingga akhir tahun akan bergantung pada pelaksanaan proses konsolidasi, merger, divestasi, dan likuidasi terhadap perusahaan-perusahaan yang berada di bawah pengelolaan Danantara Indonesia.(*)

Sumber: detikcom