NEW YORK — Indonesia kembali menunjukkan sikap diplomasi yang tegas di panggung dunia. Delegasi Republik Indonesia memilih untuk walk out atau keluar dari ruang sidang saat Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, hendak menyampaikan pidatonyan di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Berdasarkan rekaman video dari Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) New York yang dirilis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Jumat (25/9/2026), para diplomat Indonesia tampak kompak berdiri dan beranjak meninggalkan area persidangan bersama puluhan delegasi negara lainnya. Aksi serentak ini membuat bangku (bench) perwakilan Indonesia dan sejumlah negara sahabat kosong melompong saat Netanyahu menaiki podium.
Aksi walk out massal tersebut merupakan bentuk protes keras dan penolakan terhadap kebijakan serta tindakan militer Israel. Menanggapi ruangan yang mendadak sepi pengujung, Netanyahu meluapkan kekesalannya dan melontarkan sindiran tajam kepada para diplomat yang hengkang.
“Jika masih ada pengecut moral lainnya yang belum meninggalkan ruangan ini, silakan pergi,” cetus Netanyahu di hadapan sisa hadirin yang bertahan di ruang sidang.
Dalam pidatonya yang disampaikan di tengah persiapan pemilu Israel menjelang 27 Oktober mendatang, Netanyahu memanfaatkan podium PBB untuk menyerang berbagai pihak yang mengkritik pemerintahannya.
Selain mengecam aksi walk out para diplomat, ia turut menuding Wali Kota New York, Mamdani—politikus Muslim pertama di jabatan tersebut—sebagai sosok “antisemit”. Serangan verbal juga diarahkan kepada negara-negara mitra tradisionalnya seperti Inggris dan Prancis yang belakangan mulai memberlakukan sanksi terbatas atas pendudukan wilayah Tepi Barat dan mengkritik krisis kemanusiaan di Gaza.
Meskipun mendapat kecaman dan balasan retoris dari pihak Israel, langkah tegas delegasi Indonesia yang memilih membelakangi panggung PBB menegaskan kembali posisi prinsipil Indonesia yang konsisten menentang kejahatan perang dan mendukung kemerdekaan Palestina.


