Astronnews.com, PEKANBARU — Kabar duka menyelimuti keluarga besar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), khususnya insan olahraga di Provinsi Riau dan Kabupaten Bengkalis. Ketua Umum KONI Provinsi Riau masa bakti 2022–2026, Ir. H. Iskandar Hoesin, meninggal dunia pada Rabu (28/10/2026), pukul 08.20 WIB, di RSUD Arifin Achmad, Riau.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi berbagai kalangan, terutama para pengurus olahraga, atlet, serta masyarakat yang selama ini mengikuti perjalanan dan pengabdiannya dalam memajukan olahraga di Bumi Lancang Kuning.
Ketua KONI Kabupaten Bengkalis, Darma Firdaus Sitompul, menyampaikan belasungkawa dan duka cita mendalam atas wafatnya Iskandar Hoesin. Ia menilai almarhum merupakan sosok yang memiliki dedikasi tinggi, semangat juang, serta komitmen kuat dalam membina dan mengembangkan olahraga.
Menurutnya, almarhum bukan sekadar pemimpin organisasi olahraga, melainkan juga seorang pejuang olahraga yang telah memberikan banyak kontribusi bagi kemajuan prestasi atlet dan perkembangan dunia olahraga di Provinsi Riau.
“Kepergian almarhum merupakan kehilangan besar bagi keluarga besar KONI dan seluruh insan olahraga. Dedikasi, semangat, serta pengabdian beliau dalam membina olahraga akan selalu dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus,” demikian pesan duka yang disampaikan dalam mengenang sosok almarhum.
Iskandar Hoesin dikenal memiliki perhatian besar terhadap pembinaan atlet dan peningkatan prestasi olahraga. Semangatnya dalam mendorong kemajuan olahraga tetap menyala, bahkan ketika usianya tidak lagi muda. Keteladanan tersebut menjadi motivasi bagi para pengurus dan generasi muda untuk terus bekerja keras melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah.
Di bawah kepemimpinan Iskandar Hoesin, Provinsi Riau terus menjalani perjalanan pembinaan olahraga prestasi di tingkat nasional.
Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII tahun 2012, Riau menjadi tuan rumah sekaligus berhasil keluar sebagai juara umum. Capaian tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam sejarah olahraga di Provinsi Riau.
Sementara pada PON XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara, kontingen Riau menempati peringkat ke-12 dengan perolehan 21 medali emas, 22 medali perak, dan 37 medali perunggu.
Berbagai capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang olahraga Riau yang membutuhkan kesinambungan pembinaan, dukungan organisasi, serta komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas dan prestasi atlet.
Dedikasi Iskandar Hoesin diharapkan terus menjadi inspirasi bagi kepengurusan KONI dan seluruh cabang olahraga untuk mempertahankan semangat pembinaan, memperkuat regenerasi atlet, serta meningkatkan daya saing olahraga Riau di berbagai ajang kompetisi.
Bagi keluarga besar KONI Kabupaten Bengkalis, wafatnya Iskandar Hoesin bukan hanya kehilangan seorang tokoh olahraga, tetapi juga kehilangan sosok yang telah memberikan warna dalam perjalanan pembinaan olahraga di daerah.
Darma Firdaus Sitompul berharap semangat perjuangan dan pengabdian almarhum dapat terus diwariskan kepada generasi penerus, sehingga cita-cita memajukan olahraga di Kabupaten Bengkalis dan Provinsi Riau tetap berlanjut.
“Selamat jalan, Pak Iskandar Hoesin. Jasa, keteladanan, dan pengabdianmu bagi dunia olahraga akan selalu dikenang. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” menjadi doa bagi almarhum.
Kepergian Iskandar Hoesin menjadi pengingat bahwa kemajuan olahraga tidak hanya dibangun melalui raihan medali, tetapi juga melalui dedikasi, kerja keras, ketulusan, dan pengabdian panjang dalam membina generasi penerus bangsa.(riza)
Sumber Foto : Internet

